Jumat, 24 Maret 2017

Lirik Sholawat Al Madad



Lirik Qasidah Al Madad Ya Rasulullah


Qulul qulub
Qulul qulubi
Ilal habibi tammilu … x2
Wama’i biza lika shaahidun
Shaahidun wa dalilu
Ammad dalilu iza zakhartum ul Muhammadan
Sarath dum ‘ul arsyikina at tarsilu
Hazal Rasulullah
Hazal Rasulullah
Hazal Mustaffa
Haza li Rabbil Alamina Khaliluq
Reff#1
al-Madad, al-Madad,
al-Madad! Ya Rasul Allah!
al-Madad, al-Madad,
al-Madad! Ya Habib Allah!
════════════
Robbi faj’al mujtama’nâ
Ghôyatuh khusnul khitâmi
Wa’thinâ mâ qod sa-alnâ
Min ‘athôyâ kal jisâm
(back to #1)
════════════
Wakrimil arwaha minnâ
Billiqô khoiril anâm
Wablighil mukhtâro ‘annâ
Min sholâtin wa salâm
(back to #1)
════════════
Reff#2
Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Rasul Allah!
Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Habib Allah!
════════════
Sidi Sahiba al-hadra
‘akrima minka bi nazra
Sidi ya aba az-Zahra
wa al-Qasim wa ‘Abdi-Llah
(back to #2)
════════════
Sidi Anta al-habib
bi zikrik qalbi yatib
Sidi hasha yakhib
man laza bi Rasul’Llah
(back to #2)
════════════
Sidi Anta al-Mukhtar
bi-majik tujla l-qadar
Sidi ajirna min ‘n-nar
bi jahik ya Rasul Allah
(back to #2)
════════════
Ya Rabbi bihim wabi
aalihim,
‘Ajjil binnashri wa bil
faraji…3x

Ikhwanul Muslimin

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan pemimpin senior organisasi Ikhwanul Muslimin tewas terbunuh oleh pasukan keamanan.
Dalam sebuah pernyataan dikatakan, Mohamed Kamal tewas dalam baku tembak yang melibatkan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin lainnya pada Senin, (3/10).
Kementerian mengatakan pula bahwa Kamal adalah salah satu pemimpin paling menonjol dari kelompok bersenjata itu, meskipun Ikhwanul menegaskan bahwa organisasi mereka sepenuhnya merupakan lembaga damai.
Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam pengadilan in absentia atas dua hal yang dilakukannya.
Ikhwanul Muslimin mengatakan Kamal menghilang pada hari Senin.

Aleppo

Eramuslim.com – Masyarakat internasional melakukan berbagai macam cara bisa dilakukan untuk menolong warga Aleppo. Salah satunya dengan meretas website milik negara pendukung rezim Assad, Rusia. 
Seperti yang dilakukan sekelompok hacker Tunisia yang menamakan diri “Hacker Al-Falaqah Tunisia”. Mereka meretas puluhan website Rusia, sebagai raksi atas pembantaian baru-baru ini di Aleppo.
Dilaporkan Arabi21.com, Kamis (15/12), kelompok hacker itu mampu menonaktifkan server puluhan situs Rusia dan meretas sejumlah lainnya. Mereka menegaskan, aksi ini sebagai bentuk menolong warga Suriah, khususnya di Aleppo.
Halaman resmi perkumpulan peretas itu juga mengutip sebuah hadist tentang mencegah kemungkaran. Isi hadits itu berbunyi, barang siapa yang melihat kemungkaran rubahlah dengan tangan, jika tidak bisa dengan lisan, jika tidak bisa dengan hati dan itu iman paling rendah.
“Hari ini perang layar, besok perang senjata,” tulis mereka dalam akun resmi.
Portal Arabi21.com mencoba mengunjungi sejumlah website pemerintah Rusia dan tidak bisa. Hanya muncul tulisan bahas Inggris, website ini diretas kelompok Al-Falaqah Tunisia.
Tidak hanya itu, hacker Tunisia tersebut juga menampilkan seruan untuk menghentikan pembantaian terhadap warga Aleppo. Mereka juga memasang foto-foto keadaan pilu di kota tersebut. (uk/kn)

Al Maidah Ayat 51

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS Al-Maidah, 5: 51).
Ayat ini adalah satu dari belasan ayat yang berhubungan dengan larangan mengangkat pimpinan dari kalangan non muslim. Oleh karena itu, penafsirannya harus dipadukan satu sama lain. Kecuali itu, penafsiran surah Al-Maidah ayat 51 ini pun tidak bisa hanya sepotong ayat. Sebab, potongan ayat selanjutna (sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain) adalah alasan atau dasar adanya larangan tersebut.
Kata WALI atau AULIYA (jamak) memiliki makna tidak kurang dari sepuluh makna. Antara lain teman, kawan setia, penolong, sekutu, pelindung, pemimpin, kekasih, dan lainnya. Pada ayat ini semua makna tersebut bisa berlaku, sebab substansinya adalah bahwa orang beriman dilarang masuk dalam lingkungan pengaruh atau kekuasaan mereka.
Dari mana makna itu diperoleh? Dari dasar atau alasan adanya larangan tersebut, yaitu “sebagian mereka adalah wali/auliya bagi sebagian lainnya”. Maksudnya adalah, ”Orang-orang beriman jangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali, sebab mereka itu hanya akan jadi wali di kalangan mereka sendiri. Orang Yahudi jadi wali bagi orang Yahudi sendiri sesuai dengan keyakinannya. Begitu juga orang Nasrani. Maka, kalau orang beriman menjadikan mereka sebagai wali, pasti akan masuk dalam kendali kepentingan ke-walian mereka.
(Makna seperti ini hanya akan dipahami dengan ilmu ma’ani. Tanpa ilmu ini, kita tidak bisa menghubungkan penggalan ayat seperti itu). Untuk memastikan makna tersebut silahkan rujuk QS 2:20. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” Rujuk pula QS 3: 118, QS.3: 149-150, QS. 9:23, dll. Untuk membuktikannya silahkan perhatikan konspirasi dunia sekarang, bahkan sepanjang zaman. Di manakah Islam dalam permainan bangsa-bangsa besar non muslim?
Surah Al-Maidah ayat 51 itu diakhiri dengan ungkapan, “Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Sangat jelas sekali, ayat ini mewanti-wanti bahwa orang beriman yang mengangkat wali dari orang kafir akan diseret untuk jadi kafir juga. Dan, kalau pun mengaku muslim, dia hanyalah sebagai muslim zalim yang sudah dijauhkan dari petunjuk Allah.
Kalau mengambil orang kafir sebagai wali (dalam arti teman dekat, sekutu, atau penolong) sudah dilarang, padahal hubungan tersebut tidak menimbulkan otoritas kuat untuk mengatur sekutunya, larangan itu menjadi lebih kuat jika mengangkatnya sebagai wali dalam arti pemimpin. Oleh karena itu, penafsiran atau penerjemahan kata WALI atau AULIYA itu dengan PEMIMPIN sebenarnya lebih lunak. Sebab, itu masih membuka peluang untuk menjadikannya sebagai teman dekat atau sekutu, selama tidak terseret kepada lingkup pengaruh yang tidak diizinkan.
***
Mengenai sebab turun ayat tersebut, benar ada periwayatan yang menghubungkannya dengan kondisi perang. Akan tetapi, itu hanya sebagian saja dari beberapa periwayatan tentang sebab turunnya yang dikemukakan oleh para ahli tafsir.
Setidaknya ada empat katagori periwayatan yang berbeda terkait peristiwa, waktu/situasi, dan pelakunya. Ada yang meriwayatkan dalam kondisi perang, pasca perang, perangnya juga berbeda-beda, orang atau pelakunya juga berbeda-beda. Ada pula yang meriwayatkan dalam kondisi normal (bukan perang). Sedangkan ayat-ayat yang melarang mengangkat kafir sebagai wali yang tidak terkait dengan situasi perang justru lebih banyak, baik dalam bentuk larangan langsung atau bentuk pemberitaan.
Oleh karena itu, dalam hal hubungan sebab turun ayat dengan ayatnya, para ulama tafsir meletakkan kaidah baku sebagai metodologi penafsirannya. Yaitu, al-Ibrah bi Umul lafdzi la bi khusu Sabab (Titik pertimbangannya terletak pada generalitas makna ayat bukan pada khususnya sebab turun). Tentu saja sebab turun ayat itu penting, setidaknya untuk melihat orientasi makna. Tapi peristiwa dan situasi yang bersifat temporal tidak mungkin mereduksi pernyataan-pernyataan banyak ayat yang sangat tegas dan general. Untuk membuktikan nya silahkan rujuk QS. 3: 28, QS. 4: 138-139, QS. 4: 144, QS. 60: 13, QS. 5: 80-81, QS. 58: 14-15, dll.
***
Mengenai Rasulullah saw. tidak menolak kepemimpinan pamannya, yaitu Abu Thalib, itu memang benar adanya. Kalau Alquran diturunkan sekaligus, tidak berangsur, masalah tersebut boleh jadi layak dipertanyakan. Akan tetapi, kenyataan berbicara lain, Alquran diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Saat Abu Thalib masih hidup adalah saat awal perjuangan Islam di Mekkah.
Ayat-ayat yang diturunkan di sana baru menyangkut masalah-masalah pokok akidah. Adapun ayat-ayat syariah tentang berbagai kewajiban, seperti zakat, shaum, haji, termasuk masalah pemerintahan turun di Madinah. Itu terjadi jauh setelah Abu Thalib meninggal dunia. Jadi, di Mekkah itu belum ada aturan tentang kepeminpinan. Lagi pula, di saat itu Abu Thalib adalah satu-satunya tokoh Quraisy (yang tidak beriman) yang memberikan perhatian dan perlindungan kepada Rasulullah saw.
Dengan demikian, dalam penafsiran Alquran itu memerlukan ilmu pendukungnya, tidak bisa dikira-kira, apalagi diseret oleh keinginan atau kepentingan tertentu. Setiap lompatan atau penggalan kalimat dalam satu ayat, baik menggunakan kata sambung atau tidak, pasti mengandung makna yang dalam. Begitu pula pengulangan konsep sama yang tersebar pada beberapa ayat dan surat berbeda. Untuk mengungkap rahasia maknanya ada ilmunya, yaitu ilmu manasabah.
Maka apabila suatu masalah diungkapkan dalam banyak ayat tidak bisa hanya dikaji dan disimpulkan dari satu ayat. Ayat-ayat yang berhubungan tersebut harus dicari korelasinya, sehingga terjadi penafsiran ayat dengan ayat. Inilah derajat tafsir yang paling tinggi.
***
Sekarang ini muncul perbedaan pendapat di kalangan orang muslim tentang kriteria pemimpin. Perbedaan tersebut muncul antara lain karena adanya keriteria pemimpin yang dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah. Hanya ada dua kriteria pemimpin yang beliau sampaikan, yaitu al-qawiyy dan al-amien. Al-qawiyy adalah orang yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik untuk menjalankan tugas kepemimpinannya, sedangkan al-amien adalah orang yang jujur.
Dari sinilah timbul pendapat yang menyatakan bahwa yang penting pemimpin itu punya kompetensi memadai dan jujur. Iman tidak lagi harus jadi pertimbangan. Ini adalah kekeliruan besar, sebab al-amien yang dimaksud oleh Imam itu merupakan aktualisasi dari nilai intinya, yaitu khasyyatullah (takut kepada Allah) atau ketakwaan yang mendalam kepada Allah (Anda bisa merujuk buku aslinya al-Siyasah al-Syariyyah).
Hal ini sama kelirunya dengan menetapkan keriteria Shidiq, Amanah, fathonah, dan tabligh yang dibiarkan terbuka dan tidak dirujukan kepada nilai intinya. Padahal sifat-sifat tersebut adalah sifat Rasulullah saw. yang secara tergas dinyatakan bahwa beliau tidak mengatkan apapun dan tidak melakukan apapun kecuali atas bimbingan wahyu.

Jadi shidik (benar) itu standarnya apa? Yang pasti hanya Alquran. Amanah (jujur) itu jujur kepada siapa? Yang pasti hanya jujur kepada Allah. Rasulullah saw. sering mengalami cobaan berat, seperti saat dilempari batu di Thaif, tapi beliau tetap bersedia menerima penderitan lebih berat sekalipun asal tetap bisa jujur kepada Allah sehingga menggapai ridha-Nya. ***

Islam

oleh: Ilham Maulana S A


Islam memiliki 2 dasar yaitu,
Rukun Iman dan Rukun Islam
Iman artinya meyakini sepenuh hati dan melaksanakannya

Rukun Iman:
1. Allah
2. Malaikat
3. Kitab
4. Rasul
5. Hari akhir
6 Takdir

Sedangkan rukun islam:
1. Syahadat
2. Shalat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji

Semoga kita tidak sampai murtad dari Islam, Amin...

Penenggelaman Bumi di Akhir Zaman

1. MAKNA AL KHASF.
Dikatakan (خَسْفُ الْمَكَانِ، يَخْسِفُ خُسُوْفًا) maknanya adalah ditenggelamkan ke dalam bumi dan hilang di dalamnya [1], di antara makna kata ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ “Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi….” [Al-Qashash: 81].
Tiga penenggelaman ke dalam bumi yang termasuk tanda-tanda Kiamat disebutkan dalam beberapa hadits seputar tanda-tanda besar Kiamat.
2. DALIL DALIL DARI ASSUNNAH TENTANG MUNCULNYA PENENGGELAMAN KE DALAM BUMI.
a). Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ السَّاعَةَ لَنْ تَقُومَ حَتَّـى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ …(فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَثَلاَثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْـمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ.
Sesungguhnya Kiamat tidak akan tegak hingga kalian melihat sepuluh tanda… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) Dan tiga penenggelaman ke dalam bumi, penenggelaman di sebelah timur, penenggelaman di sebelah barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” [2].
b). Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَيَخْسِفُ بِاْلأَرْضِ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْخَبَثُ.
‘Sepeninggalku akan terjadi penenggelaman di timur, penenggelaman di barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” Aku bertanya, “Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang yang shalih?”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian.” [3].
3. APAKAH PENENGGELAMAN TERSEBUT TELAH TERJADI ?
Tiga penenggelaman ini belum terjadi sampai sekarang, seperti tanda-tanda besar Kiamat yang lainnya yang belum muncul, walaupun sebagian ulama berpendapat bahwa hal itu telah terjadi, sebagaimana difahami oleh asy-Syarif al-Barzanji [4].
Akan tetapi yang benar bahwa hal itu belum terjadi sampai sekarang, yang terjadi hanyalah penenggelaman pada berbagai tempat yang berbeda-beda, dan terjadi pada zaman yang berjauhan, hal itu termasuk tanda-tanda kecil Kiamat.
Sementara tiga penenggelaman ini akan sangat terjadi besar lagi menyeluruh pada banyak tempat di berbagai belahan bumi bagian timur, barat, dan di Jazirah Arab. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan telah ditemukan penenggelaman di berbagai tempat, akan tetapi mungkin saja bahwa yang dimaksud dengan tiga penenggelaman adalah sesuatu yang lebih dahsyat daripada yang telah ditemukan, seperti ukurannya dan tempatnya yang lebih besar.” . Hal ini diperkuat dengan apa yang disebut di dalam sebuah hadits bahwa penenggelaman itu terjadi ketika banyak kejelekan dan kekejian di tengah manusia, dan ketika kemaksiatan merajalela, wallahu a’lam. [5].

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir].
Footnote :
  1. Lihat Tartiibul Qaamus al-Muhiith (II/55), Lisaanul ‘Arab (IX/67).
  2. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).
  3. HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath sebagaimana dikatakan oleh al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id (VIII/11), beliau berkata, “Sebagiannya terdapat dalam ash-Shahiih, dan di dalamnya ada Hakim bin Nafi’, Ibnu Ma’in mentsiqahkannya dan dilemahkan oleh yang lain, adapun perawi selebihnya adalah tsiqat.”
  4. Lihat al-Isyaa’ah hal. 49.
  5. Fat-hul Baari (XIII/84).
abuzahrahanifa.wordpress.com/2015/04/24/tanda-tanda-besar-kiamat-5-3-penenggelaman-ke-dalam-bumi/

Api Dari Hijaz



Api dari Hijaz


Hasil gambar untuk api dari tanah hijaz

Nabi saw yang benar dan dibenarkan telah memberitahukan bahwa di antara tanda-tanda Kiamat adalah munculnya api dari bumi Hejaz yang menyinari leher onta di Bushro, salah satu kota di Syam yang masuk wilayah Hauran, berjarak tiga marhalah dari Damaskus. 

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga muncul api dari tanah Hejaz yang menyinari leher onta di Bushro.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. 

Tanda besar ini telah muncul. Api keluar dari bumi Hejaz seperti yang diberitakan oleh Rasulullah. Hal itu terjadi pada tahun 654 H sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam bukunya yang berharga al-Bidayah wan Nihayah. 

Ibnu Katsir berkata, “Kemudian datang tahun 654 H. pada tahun ini muncul api dari bumi Hejaz yang menyinari leher onta di Bushro seperti yang dikatakan oleh hadits muttafaq alaihi. Peristiwa ini dikisahkan dengan panjang lebar oleh Syaikh Allamah Hafizh Syihabuddin Abu Syamah al-Maqdisi dalam bukunya adz-Dzail dan syarah-nya. Di mana Abu Syamah menjelaskannya berdasarkan surat-surat yang banyak yang mencapai tingkatan Mutawatir yang dikirim dari Hejaz ke Damaskus yang menjelaskan tentang sifat api tersebut yang disaksikan dengan mata kepala, bagaimana ia muncul dan bagaimana keadaannya….” 

Ringkasan penjelasan Abu Syamah adalah bahwa dia berkata, “Telah datang ke Damaskus beberapa surat dari Madinah Nabawiyah yang menerangkan tentang keluarnya api di tanah mereka pada hari kelima bulan Jumadil Akhirah di tahun ini (654 H). Surat-surat itu ditulis pada hari kelima Rajab sementara api masih seperti sediakala dan surat-surat itu sampai kepada kami pada hari kesepuluh bulan Sya’ban.” 

Abu Syamah melanjutkan, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pada awal Sya’ban tahun 654 H telah tiba di Damaskus surat-surat dari Madinah Nabawiyah. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang peristiwa besar yang terjadi sebagai bukti kebenaran hadits di Shahihain dari Abu Hurairah.” 

Lalu Abu Syamah menyebutkan haditsnya. Abu Syamah meneruskan, “Orang yang bisa saya percaya menyampaikan kepadaku bahwa dia telah mendengar bahwa orang-orang di Taima’ bisa menulis surat-surat dengan penerangan api itu.” Dia berkata, “Pada malam-malam itu kami di rumah kami masing-masing. Kami mempunyai lampu di rumah masing-masing tetapi tidak dinyalakan. Api tersebut tidak panas dan tidak membakar walaupun ia sangat besar. Api itu adalah salah satu ayat Allah.” 

Abu Syamah berkata, “Inilah gambaran dari surat-surat yang sampai kepadaku, ‘Pada malam Rabu hari ketiga Jumadil Akhirah tahun 654 H di Madinah Nabawiyah terdengar petir yang sangat keras disusul dengan gempa hebat yang mengguncang bumi, memporak-porandakan rumah-rumah: dinding, atap, kayu dan pintu, datang silih berganti sampai pada hari Jum’at hari kelima bulan tersebut. Kemudian muncul api besar di bukit dekat bekas pemukiman Bani Quraidhah. Kami melihatnya dari dalam rumah kami di kota Madinah seolah-olah ada pada kami. Ia adalah api yang besar menyala lebih dari tiga menara. Lembah-lembah dialiri api, sampai di lembah Syazha tempat mengalirnya air. Sebelumnya lembah Syazha mengalir, lalu tidak lagi mengalir. Api itu memotong jalan haji orang Irak, ia terus merambat sampai di bukit, lalu ia berhenti. Padahal kami sudah takut ia akan sampai kepada kami. Ia kembali mengalir di sebelah timur, lalu dari tengah-tengahnya keluar lidah dan gumpalan api yang melahap batu-batu. Inilah salah satu contoh dari apa yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya, “Sesungguhnya Neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia adalah iring-iringan onta yang kuning.” (QS. Mursalaat: 32-33). 

Api itu melahap bumi, dan saya menulis surat ini pada hari kelima bulan Rajab tahun 654 H. Sementara api itu tidak berkurang malah bertambah. Pada waktu itu jalan yang membentang dari bukit dekat bekas pemukiman Quraizhah sampai ke jalan haji orang Irak dipenuhi oleh api yang menyala-nyala. Kami melihatnya di Madinah pada waktu malam seolah-olah itu adalah api jemaah haji. Adapun biang api yang paling besar adalah gunung api yang berwarna merah. Biang api yang daripadanya api mengalir berasal dari batas pemukiman Quraizhah. Api bertambah besar, orang-orang tidak mengetahui apa yang akan terjadi sesudah itu. Dan semoga Allah menjadikan akhir hidup yang baik. Saya tidak kuasa menerangkan api ini.” 

Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan sebagian dari surat Abu Syamah dan dia menyebutkan ucapan Qurthubi dalam at-Tadzkirah, “Api telah keluar di Hejaz di Madinah. Permulaannya adalah gempa yang besar pada malam Rabu setelah isya’ pada hari ketiga bulan Jumadil Akhirah tahun 654 H. Api itu menyala sampai hari Jum’at di waktu dhuha, lalu ia padam. Api muncul di daerah Quraidha di tepi bukit, ia terlihat seperti kota yang besar yang dikelilingi oleh tembok yang di atasnya terdapat pos pengintaian, bangunan yang tinggi dan menara-menara terlihat beberapa orang laki-laki menuntunnya. Api itu tidak melewati gunung kecuali mengguncangnya dan melelehkannya. Dari kumpulan semua itu keluar seperti sungai berwarna ungu yang mengeluarkan bunyi seperti bunyi halilintar menghantam semua batu yang ada di depannya dan berakhir di tempat berkumpulnya jamaah orang-orang Irak. Batu-batu itu terkumpul di situ sehingga terlihat seperti gunung besar. Api terhenti di dekat kota Madinah, walaupun demikian angin dingin sepoi-sepoi bertiup di Madinah. Api ini bergolak seperti bergolaknya laut. Sebagian teman-teman kami berkata kepada kami, “Saya melihat api itu membumbung tinggi ke angkasa dari jarak sekitar 5 hari, dan saya mendengar bahwa api itu terlihat dari Mekkah dan dari gunung Bushro.” 

An- awawi di dalam Shahih Muslim, dan dia termasuk yang hidup di masa itu, mengatakan, “Telah keluar api di zaman ini di Madinah tahun 654 H. Api yang sangat besar dari sebelah timur Madinah di belakang bukit. Berita munculnya api ini telah menjadi berita mutawatir di kalangan ulama’ Syam.” Syarah Shahih Muslim 18/28 

Barangsiapa meneliti apa yang ditulis oleh para ulama seputar api yang besar ini dan peristiwa-peristiwa yang menyertainya, niscaya dia mengetahui bahwa itu adalah, sebagaimana yang dikenal di zaman ini, aktifitas vulkanik yang dahsyat yang diikuti dengan gempa yang hebat. 

Dari tulisan-tulisan para saksi mata kita mengetahui bahwa tanda besar ini meninggalkan bekas yang mendalam di dalam jiwa banyak orang, di mana mereka mengumumkan taubat, ruju’ kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan. 

Syaikh Syihabuddin Abu Syamah. “… Seluruh penduduk Madinah bertaubat, tidak terdengar rebab, rebana dan tidak ada minuman…. Malam itu orang-orang melewatinya, sebagian ada yang melewatinya dengan shalat, ada yang membaca al-Qur’an, ada yang ruku’ dan bersujud, ada yang berdoa kepada Allah, ada yang meninggalkan dosa-dosanya, ada yang beristighfar dan ada yang bertaubat….” Wallahu a'lam. 

Tiupan Sangkakala Kedua

Tiupan Kedua, Tiupan Kebangkitan

Pada ‘Shur’ (terompet sangkakala) terdapat lobang-lobang yang banyak sesuai dengan jumlah roh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbanglah semua roh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memancarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata: “Demi kebesaran dan keperkasaanku semua roh harus benar-benar kembali kepada jasadnya yang dulunya ia huni di dunia”. 

Dengan demikian bersemayamlah setiap roh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah, dan berkatalah orang-orang kafir:
“Inilah adalah hari yang sulit”, sedangkan orang-orang Mu’min berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami”.

Seorang ulama Yahudi datang kepada Nabi dan berkata:
“Hai Muhammad atau hai Abul Qasim! Pada hari kiamat, Allah menggenggam langit dengan satu jari tangan, bumi dengan satu jari, gunung dan pepohonan dengan satu jari, air dan tanah dengan satu jari, begitu pula semua makhluk yang lain dengan satu jari. Kemudian Dia menggoyangkan mereka semua sambil berfirman: ‘Akulah Raja, Akulah Raja!’” Rasulullah tertawa kagum mendengar perkataan orang alim itu. Beliau membenarkan keterangan orang itu, kemudian membacakan ayat: “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Shahih Muslim No. 4992).

Tiupan Sangkakala yang Pertama





Tiupan Sangkakala Pertama, Tiupan Guncangan

Hal pertama yang mengetuk pendengaran penduduk dunia setelah datangnya tanda- tanda Kiamat kubro adalah nafkhatul faza’ (tiupan kekagetan) yang mengalir dari tiupan sangkakala. Tidak seorang pun mendengarnya kecuali mengangkat lehernya untuk mendengar perkara besar ini. 

Inilah makna firman-Nya Taala, “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al-Muddatstsir: 8-10).

Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa-siapa dikehendaki Allah. Dan mereka semua akan datang menghadapnya dengan merendahkan diri.”(An Naml: 87)

Tiupan yang pertama ini adalah panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan Syahid adalah hidup disisi Tuhan mereka, maka Tuhanpun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini. Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum grafitasi yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).

Allah berfirman:
”Hai manusia, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan ini; lalai lah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah semua kandungan seluruh wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka semua tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.” (Al Hajj: 1-2)

Kamis, 23 Maret 2017

Matahari Terbit dari Barat

Hasil gambar untuk matahari terbit dari barat


Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan dan sains. Fakta terbaru yang mengejutkan, posisi kutub bumi mulai bergeser, pertanda matahari akan terbit dari barat.

Seribu empat ratus (1400) tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya, "kelak matahari akan terbit dari barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat"
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu." (Riwayat Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat.

Hal ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “ Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Bari, Kitab Arriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).Dibuktikan Ilmuwan Fisika dan Dia Akhirnya Masuk Islam

Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan "kekuatan penggerak" yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.

Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa "gerak" perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itulah matahari akan terbit (keluar) dari Barat.

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya"

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperingatkan penduduk planet bumi tentang berbaliknya medan magnet.Badan yang dibentuk pada tanggal 29 Juli 1958 ini juga mencatat bahwa medan magnet tersebut tidak mampu menahan seperti ribuan tahun yang lalu.Hal tersebut yang menyebabkan Matahari terbit dari barat dan lenyapnya teknologi yang dikenal oleh dunia.

Sebelumnmya, NASA mengonfirmasi video yang dipublikasikan oleh channel Dubai Al Arabiya bahwa terbitnya Matahari sudah mendekati arah barat menurut fenomena astronomi, Senin (29/6/15).Badan tersebut juga menegaskan bahwa kekuatan medan magnet berkurang 5 persen setiap 10 tahun.tentunya kita sudah dapat menghitung berapa persen kekuatan medan magnet berkurang dalam 100 tahun.cukup angka yang lumayan bukan?

bahwa medan magnet bumi berfungsi melindungi bumi dari badai magnetik dan sinar kosmik berbahaya.medan magnet juga dapat menjaga keseimbangan perputaran bumi pada porosnya,dan juga menjaga bumi agar tetap beredar pada lintasanya dalam mengelilingi matahari.jika medan magnet ini mengalami pengurangan daya magnetiknya otomatis akan ada perubahan dari orbit bumi itu sendiri,dan tidak menutup kemungkinan medan magnet akan terbalik.dengan terbaliknya medan magnet maka tidak menutup kemungkinan arah perputaran bumi pada porosnya pun akan berbalik pula dan ini yang akan menyebabkan matahari akan terbit dari barat.Subhanallah....Maha Kuasa ALLAH SWT atas segala sesuatu.Kebenaran ajaran Islam bisa dibuktikan dengan teori.ini membuktikan bahwa agama Islam bukanlah agama yang mengajarkan kebohongan tapi benar benar agama yang lurus,agama yang benar dengan Al-qur'an sebagai pedomannya.

Artikel ini tidak meramalkan kapan terjadinya kiamat, tetapi membenarkan bahwa matahari akan terbit dari arah barat seperti yang pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihiwassalam.dijelaskan dalam al-qur'anul karim tentang kiamat dalam surat an naml “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Alloh. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”(QS An Naml :87). dan hal ini sesuai dengan hasil penelitian ilmiah yg dikemukakan  oleh prof. fraink steiner tentang alam semesta berbentuk terompet dengan menggunakan alat “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), milik nasa sangat sesuai dengan firman allah dalam surah An NAML dan hadis rasulullah tentang penjelasannya mengenai kiamat

karna itu tidak keraguan sedikit pun dalam alquran karena terbukti sejak ribuan tahun lalu ketika diturunkan kepada nabi muhammad SAW. bahkan nabi menjelaskan:
kiamat itu terjadi ketika terompet atau sangkakala ditiupkan oleh malaikat israfil" karena itu ternyata kita baru tersadar bahwa kita sebenarnya hidup dan berada dalam sangkakala malikat israfil betapa besarnya malaikat israfil yg tak bisa kita pikirkan bentuknya ,dan didalam terompet inilah kita menjalankan sandiwara kehidupan dunia ,didalam terompet ini pula kita memulai kehidupan dan didalam terompet ini pula kita akan mati sungguh betapa kecilnya kita dan bumi ini karena seluruh planet,planet, matahari ,tata surya, galaxi yg jumlanya triliunan semuanya berada dalam terompet malaikat isrofil ,sungguh betapa kuasanya Tuhan yg menciptakan mahluk sehebat isrofil yg menggenggam alam semesta.

Namun sekitar 1.415 tahun silam sebelum peristiwa peniupan terompet itu akan terjadi maka ada peristiwa yg sangat spektakuler yg terjadi dan mendahuluinya sebagaimana Rasululllah Muhammad SAW Bersabdah ; "Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah). "Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat."

Hasil penelitian NASA oleh Balykov mengklaim  bahwa:
1. kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.
2. Namun pada akhir akhir ini memasuki era milllenium terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.
3. Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. “Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan.

Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov. Akibat kemungkinan terbitnya matahari dari barat ini maka para peneliti memberikan beberapa scenario akibat terbitnya matahari dari barat yaitu:
1. rotasi bumi akan melambat sama dengan revolusi bulan dan pada saat itu maka 1 hari akan setara dengan 29 hari sampai 30 hari waktu bumi akibatnya akan terjadi perubahan iklim dan musim yang sangat ekstrim dimana beberapa wilayah atau Negara dibumi akan mengalami siang terus menerus selama 29 hingga 30 hari atau setara dengan 720 jam tanpa adanya malam ,akibatnya bisa diduga manusi akan mati kepanasan, air laut akan menguap dan mendidih hingga 1000 derajat celcius, hutan akan terbakar dan darah manusia beserta otaknya akan mendidih hingga mati .
di daerah yg mengalami malam maka suhu akan turun hingga o derajat yg mengakibatkan air laut akan membeku, daratan akan membeku seperti antartika ,manusia akan kedinginan hingga mengakibatkan kemusnahan ,dan diperkirakan hal ini akan terjadi sekitar 26.100 tahun mendatang.

2.rotasi bumi akan melambat sama dengan revolusi bumi mengelilingi matahari maka bisa dipastikan tidak ada lagi mahluk yg bisa hidup dimana siang akan terjadi selama 365 hari dengan terjadinya siang selama satu tahun dibeberapa belahan dunia maka akan terjadi musim yg ekstrim dimana bumi akan hancur terbakar beserta segala jenis mahluk hidup yg ada dibumi termasuk manusia,semuanya akan terpanggang hingga gosong.bahkan air lautan semuanya akan mendidih.
Demikian pula sebaliknya malam akan terjadi dibeberapa belahan dunia dengan waktu selama satu tahun atau sekitar 365 hari yg mengakibatkan belahan bumi lain akan membeku dan mematikan semuah mahluk hidup yg ada termasuk samudra ,lautan semuanya akan membeku. Dan hal ini akan terjadi sekitar 261 abad lagi.

Allahua’lam bissawab

NASA juga menyatakan bahwa mars mengalami perputaran matahari dimana matahari di planet mars pada tanggal 30 juli tahun 2004 matahari terbit dari  barat, dan hal ini akan dialami juga bumi pada masa masa yg akan datang sesuai sabda baginda rasululullah SAW. bahwasanya satu ciri kiamat adalah matahari akan terbit dari barat.

Artikel ini dibuat hanya untuk memberikan pengetahuan.tidak ada unsur-unsur apapun selain itu.keputusan kapan hari kiamat akan terjadi tidak akan ada satu manusiapun di dunia ini yang mengetahuinya.sekalipun dalam sebuah hadits dikatakan malaikat Israfil pun masih menunggu perintah ALLAH SWT kapan terompet Sangkakala harus ditiupkan.
Allahua’lam bissawab
Semoga saja kepada para pembaca artikel ini yang budiman,dapat lebih meningkatkan kesungguhan kita untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.amiin..!!


http://kabandunganonline.blogspot.co.id/2016/07/matahari-akan-terbit-dari-barat-antara.html

Senin, 20 Maret 2017

Kapan Nabi Isa Turun

Kapan Turunnya Nabi ISA AS?



KAJIAN tentang kemunculan Al-Mahdi dan keluarnya Dajjal selalu beriringan dengan pembahasan turunnya Nabi Isa as. Kedatangan Isa yang akan memberikan dukungan terhadap Al Mahdi danThaifah Manshurah yang bersamanya, lalu memerangi Dajjal dan membunuhnya merupakan bagian dari keimanan seorang muslim terhadap tanda-tanda kiamat kubra. Turunnya Nabi Isa di akhir zaman adalah masalah akidah yang telah tetap berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah yang mencapai derajat mutawatir.
Dalil-dalil dari Al-Qur’an
Pertama, firman Allah Ta’ala: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf [43]: 57-61).
Konteks ayat-ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Isa. Pada akhir rangkaian ayat-ayat tersebut, Allah berfirman وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat kelak merupakan pertanda bahwa terjadinya kiamat sudah sangat dekat. Makna ini dikuatkan oleh qira’ah Ibnu Abbas, Mujahid dan sejumlah ulama tafsir lainnya yang membaca ayat ini dengan memfathahkan huruf ‘aindan lam pada lafal la-‘ilmun sehingga menjadi وَإِنَّهُ لَعَلَمٌ لِلسَّاعَةِ, yang maknanya adalah ‘Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar merupakan salah satu tanda (dekatnya) hari kiamat’. (Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi).

Kedua, firman Allah Ta’ala: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan ada­lah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 157-159).
Ayat-ayat dalam surat An-Nisa’ di atas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak mampu membunuh Nabi Isa, tidak pula mampu menyalibnya, karena Nabi Isa telah diangkat oleh Allah Ta’ala ke langit lengkap dengan jasad dan ruhnya. Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa di mata mereka, dan orang itulah yang mereka salib sebagaimana firman Allah Ta’ala: Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Makna lafazh di dalam firman Allah بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ mengandung arti bahwa Allah telah mengangkat Isa lengkap dengan jasad dan ruhnya, sehingga dengan demikian tercapai bantahan terhadap pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh dan menyalibnya, karena pembunuhan dan penyaliban itu hanya terjadi pada jasad saja. Dalam hal ini, pengangkatan ruhnya saja tidak cukup untuk membantah pengakuan mereka itu. Karena yang disebut oleh Isa itu mencakup badan dan ruh, sehingga tidak cukup dengan hanya menyebut salah satu dari kedua unsur itu, kecuali ada bukti yang membenarkan, sedangkan di sini tidak ada bukti seperti itu. Lagi pula, pengangkatan ruh dan jasadnya secara keseluruhan itu sesuai dengan keperkasaan Allah Yang Maha Sempurna, dan sesuai dengan hikmah, kemuliaan dan pertolongan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang dikehendaki-Nya.
Dalil-Dalil dari As-Sunnah
Terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat. Isa diangkat oleh Allah ke langit —sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat di atas— dan kelak di akhir zaman akan turun kembali ke dunia untuk memerangi Dajjal, menegakkan keadilan Islam, dan akhirnya wafat dan dikebumikan di bumi layaknya manusia yang lain. Di antara hadits-hadits tersebut adalah,
1. Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta.” (HR. Bukhari: no. 2296). 

2. Rasulullah bersabda: “Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedangkan yang menjadi imam (pemimpin) kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?” (HR. Bukhari: Kitabu ahaditsil anbiya’ no. 3193 dan Muslim: Kitabul iman no. 222, 223, 224).

3. Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Saya mendengar Nabi bersabda: “Akan senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat.” Beliau bersabda: “Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab, “Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini.” (HR. Muslim: Kitabul iman no. 225).

Bagaimana dan kapan Nabi Isa turun ke Bumi ?
Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran; beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah / menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.
Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.” ((Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).

Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.” (Shahih Muslim).

Tersebarnya Keamanan dan Barakah pada Zaman Isa ‘Alaihis-salam
Betapa menyenangkan seandainya kita termasuk yang mendapatkan karunia untuk tinggal semasa dengan nabi Isa as. Karena di masa beliau kehidupan manusia benar benar aman dan damai, bahkan kedamaian itu bukan hanya milik manusia, tetapi juga merata hingga kepada binatang. Zaman Isa ‘alaihissalam (setelah turun kembali ke bumi) ini merupakan zaman yang penuh keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta kelapangan. Allah menurunkan hujan yang lebat, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta banyak barakahnya, harta melimpah ruah; dendam, dengki, dan kebencian hilang sirna.
Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan tentang Dajjal, turunnya Isa, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj pada zaman Isa ‘alaihissalam, dan do’a Isa agar mereka dihancurkan, Rasulullah saw bersabda:
“… Kemudian Allah menurunkan hujan, dan tak ada rumah tanah liat maupun bulu yang dapat menahan airnya, lantas mencuci bumi hingga bersih seperti cermin kaca. Kemudian diperintahkan kepada kami: ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah barakahmu.’ Maka pada hari itu sejumlah orang dapat memakan buah delima dan bernaung di bawahnya. Dan susupun diberi barakah, sehingga susu seekor unta bunting yang sudah dekat melahirkan dapat mencukupi banyak orang, susu seekor sapi mencukupi untuk orang satu kabilah, dan susu seekor kambing mencukupi untuk satu keluarga….” (Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 18: 63-70)

Rasulullah saw bersabda :
“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya), tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya. (Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai­hissalam 2:192).

Imam Nawawi berkata, “Maknanya, bahwa pada saat itu orang-orang sudah tidak tertarik lagi untuk memelihara unta karena banyaknya harta kekayaan, keinginan sedikit, kebutuhan tidak ada, dan sudah tahu bahwa kiamat telah dekat. Dan disebutkannya lafal al-qilash (unta muda) dalam hadits ini karena unta muda itu merupakan harta yang paling baik bagi bangsa Arab (pada waktu itu).
Kiamat di Ambang Pintu
Masa tinggal Isa di bumi setelah turun dari langit menurut riwayat adalah se­lama tujuh tahun, dan menurut sebagian riwayat yang lain lagi selama empat puluh tahun. Setelah itu wafat pula Imam Mahdi dan Al Qahthani yang melanjutkan kepemimpinannya. Tidak lama setelah itu, terbitlah matahari dari barat dan binatang melata yang keluar dari perut bumi yang memberikan tanda kufur dan iman atas setiap manusia. Ketika itu setiap mukmin segera mengetahui bahwa itulah detik detik kemunculan angina lembut dari yaman yang akan mencabut nyawa setiap mukmin. Setelah itu, tidak seorangpun manusia yang masih memiliki keimanan kecuali akan menemui ajalnya. Ketika seluruh penduduk manusia tidak lagi menyebut Allah, itulah kondisi seburuk-buruk manusia, dan kepada merekalah kiamat akan terjadi. Wallahu a’lam
bish shawab.