Senin, 20 Februari 2017

Tata Cara Shalat Jenazah



Shalat Jenazah


Sholat Jenazah


Rukun, syarat, panduan tatacara sholat jenazah atau sholat mayit dibawah ini adalah sudah kami ringkas, dan kami lengkapi dengan beberapa dalil hadits dari Nabi SAW, rukun Shalat Jenazah  terdiri dari 8 rukun dan Hukum menjalankannya adalah "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang menjalankan, semua akan berdosa. Shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri. 







Berikut ini adalah rukun sholat jenzah :


1. Niat

Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).



Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).



2. Berdiri Bila Mampu

Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.



3. Takbir 4 kali

Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.



Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.

(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)



Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.



4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah



Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."

(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).



Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."



7. Doa Setelah Takbir Keempat

Misalnya doa yang berbunyi :

"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."



8. Salam







Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :



1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :



"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."



Artinya:

"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."



2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."



3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"



4. Setelah Takbir ketiga membaca:



اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ



Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”



atau bisa secara ringkas :



"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."



Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"



5. Setelah takbir keempat membaca:

"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."



Artinya:

"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"



6. "Salam" kekanan dan kekiri.



Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.



Demikian beberapa ringkasan artikel tentang tata cara dan do'a sholat jenazah, semoga bisa menambah wawasan dan amaliah pembaca sekalian, terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat.

Senin, 13 Februari 2017

Huru - hara dan meteor akhir zaman


HURU-HARA SAAT JATUHNYA METEOR DI AKHIR ZAMAN

Kebanyakan orang mengira bahwa kehadiran Imam Mahdi pada akhir zaman ini secara praktis akan berimbas pada menyebarnya keadilan dan kedamaian di seluruh belahan bumi secara praktis bagi seluruh umat manusia.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak pembaca untuk meluruskan anggapan tersebut dan anggapan yang semisalnya. Redaksi ingin mengajak pembaca untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan sebenarnya yang lebih masuk akal dan sesuai dengan apa yang ditegaskan Alloh Subhanahu wata’ala di dalam Al-Qur’an, Sunnah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam dan  dari Shahabat Radhiyallohu ‘anhumam.
Saya akan menampilkan beberapa atsar dari generasi Shahabat dan Salaful Ummah. Diantaranya adalah Husein bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma, Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu dan Ali bin Abdulloh bin Abbas Radhiyallohu ‘anhu. Dikatakan oleh para Salaf bahwa diutusnya Imam Mahdi akan ditandai dengan munculnya bintang berekor dan nyala api yang membesar dari arah timur.
ANTARA AD-DUKHAN DAN DIUTUSNYA IMAM MAHDI
Dari Ali bin Abdulloh bin Abbdas Radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Al-Mahdi tidak akan keluar sampai munculnya tanda yang menyertai terbitnya matahari.”[1]
Dari Husein bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma, dia berkata, “Apabila kalian melihat tanda di langit, api besar dari arah timur, muncul selama beberapa malam, maka pada saat itu orang-orang menjadi lapang, karena itu adalah—tanda—kedatangan Al-Mahdi p.”[2]
Dari Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Dan sebuah bintang yang dilemparkan menerangi sebagaimana meneranginya bulan. Kemudian bintang itu menggulung dirinya sebagaimana menggulungnya ular, sehingga kedua ujungnya hampir bertemu (bintang berekor, red)…”
“Dan bintang yang dilemparkan dengannya menjadi panah yang menukik dari langit, diiringi dengan suara yang keras hingga jatuh di wilayah timur, malapetaka besar menimpa manusia karenanya.”[3]
Atsar-atsar yang diriwayatkan dari Salafus Shalih, baik dari kalangan Shahabat atau Tabi’in, maupun selain mereka menambah jelas dua atsar yang shahih dari Ali bin Abdulloh bin Abbas Radhiyallohu ‘anhu dan Husain bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma. [4] Seluruhnya menguatkan tentang peristiwa yang membawa sebab munculnya Ad-Dukhan dan rangkaian peristiwa besar selanjutnya, termasuk diutusnya (baca: dibai’atnya) Imam Mahdi untuk kaum muslimin.
Menurut referensi sebagaimana yang disebutkan oleh Salafus Shalih, menunjukkan bahwa bintang berekor itu beredar di dekat orbit bumi dan garis edarnya. Hal itu terjadi dalam beberapa waktu, sehingga seluruh penduduk bumi dapat melihat cahaya yang dimunculkan oleh bintang itu. Kemudian bitang berekor itu kian mendekat dan menukik jatuh ke wilayah bumi bagian Timur yang diiringi suara keras.
Hal ini seolah menunjukkan, bahwa telah terjadi gesekan bintang berekor dengan lapisan atmosfir bumi, sehingga menimbulkan suara yang keras sebelum akhirnya jatuh menghajar bumi. Pada saat itulah malapetaka besar akan menimpa umat manusia seluruhnya. Ahli astronom pernah menyebutkan, bahwa dalam peristiwa jatuhnya meteor ke bumi itu cukup untuk menciptakan awan tebal dengan asap yang bertumpuk-tumpuk, yang akan menutupi pandangan ke arah matahari, baik secara parsial maupun secara total.
Sampai disini, pada dasarnya tidak ada riwayat yang menyebutkan secara lugas bagaimana proses munculnya Ad-Dukhan. Akan tetapi, secara umum malapetaka besar itu ditegaskan dalam beberapa riwayat, sebagai suatu peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Yang kemudian disusul dengan petaka besar yang menimpa manusia seluruhnya, tanpa terkecuali. Sampai-sampai diantara salah satu riwayat Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu menyebutkan bahwa sangat ditekankan jika tanda bintang itu muncul, agar segera mempersiapkan perbekalan selama 1 tahun.
SAAT BADAI KABUT ITU TIBA
Jika mengamati firman Alloh Subhanahu wata’ala di dalam Surah Ad-Dukhan ayat ke-10, “Maka tunggulah ketika langit membawa kabut yang nyata.” Hal itu mengisyaratkan kepada kita bahwa datangnya Ad-Dukhan itu didatangkan dari arah langit. Dan ia adalah suatu ketetapan yang pasti terjadi. Sebagai siksa yang pedih.
Hampir senada dengan firman Alloh Subhanahu wata’ala dalam ayat yang lain, “Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan, ‘Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk’.” [Ath-Thur: 44] dan juga firman Alloh Subhanahu wata’ala, “Dan apabila bintang-bintang itu berjatuhan.” [At-Takwir: 2]
Adapun api yang membesar dari arah Timur, tidak diketahui secara pasti bagaimana ia terjadi. Namun jika mengamati atsar yang disebutkan oleh Shalafus Shalih, bahwa api itu muncul setelah jatuhnya bintang berekor ke permukaan bumi dengan hantaman yang sangat keras, sehingga api yang diakibatkan oleh bintang berekor akan menghasilkan kerusakan parah seperti kawah besar dan kebakaran hebat yang terjadi di wilayah sekitarnya.
Kemudian akan disusul dengan meluapnya lahar panas dari perut bumi melalui meletusnya gunung-gunung vulkanik yang aktifitasnya mungkin akan meningkat dikarenakan hantaman kuat bintang berekor. Sehingga, selanjutnya akan menyebabkan lahar panas itu menyembur keluar, membakar segala yang ada di dekatnya dan memunculkan bencana besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Inilah peristiwa yang sangat mungkin terjadi dimana gunung-gunung vulkanik meledak secara bersamaan dan sambut menyambut. Jika ledakan hebat gunung vulkanik itu terjadi di dasar laut, jelas keadaan ini akan memunculkan tsunami yang dahsyat dan banjir bandang di banyak negeri. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi selain dari yang telah kami sebutkan. Dengan demikian bahwasanya kemunculan Ad-Dukhan itu selain ia datang dari langit, ia juga datang dari semburan gunung berapi yang terdapat di banyak tempat di muka bumi. Dan hal ini lebih khusus lagi ternyata gunung vulkanik banyak terdapat di kawasan Asia. Wallohu a’lam.
Jika dalam peristiwa ngebulnya Gunung Kelud dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dapat menyebabkan kabut putih tebal hingga Yogyakarta dalam beberapa hari. Maka bagaimana jika seluruh gunung vulkanik mengalami hal yang serupa di setiap negeri? Tidak menutup kemungkinan, munculnya Ad-Dukhan akan berkesinambungan dalam kurun waktu berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun. Maka, bagaimana manusia akan hidup dan menjalani aktifitas sosialnya seperti sedia kala? Dan dengan apa mereka hidup? Segala sarana transportasi dan aktifitas layanan sosial akan ditutup. Setiap orang tak lagi bisa mengandalkan bantuan sosial dari siapapun, melainkan mereka hanya bisa memohon perlindungan kepada Alloh  Subhanahu wata’ala. Padahal, sebelum kemunculan Ad-Dukhan itu, keadaan bumi sudah babak belur di hantam oleh bintang-bintang yang jatuh atau berekor dengan dahsyatnya, yang jatuhnya diiringi dengan suara yang sangat keras.
Sebagaimana yang telah disebutkan, bahwa tanda bintang berekor yang akan menghantam bumi adalah pertanda akan datangnya Imam Mahdi dan akan dibai’atnya beliau oleh kaum muslimin diatara 2 rukun Ka’bah di Makkah. Dengan demikian, menjadi jelas, bahwa awal kepemimpinan Imam Mahdi akan diiringi oleh peristiwa-peristiwa dahsyat dan petaka besar yang menimpa penduduk bumi sebelah Timur (Wilayah Asia—Wallohu a’lam, red). Oleh karenanya, penduduk timur ini akan menjadi penduduk yang paling merasakan ganasnya peristiwa jatuhnya bintang berekor. Kemudian, bagaimana api itu membesar dan melahap segala apa yang ada di dekatnya dengan ganas. Kehancuran dan kerusakan parah terjadi di banyak negeri secara bersamaan.  Petakanya tidak cukup berhenti sampai disitu, akan tetapi semakin parah dan menyiksa ketika disusul lagi dengan peristiwa munculnya kabut (Ad-Dukhan) dari berbagai arah dan dari segala bentuk faktor penyebabnya. Yang dengan munculnya kabut ini, akan mengazab setiap orang yang ada di seluruh penjuru bumi. Sebuah azab yang tidak segera sirna melainkan setelah berbulan-bulan, atau bahkan beberapa tahun.
Sejak hari itu, petaka besar akan dimulai. Masing-masing person akan merasakan kesulitan hidup yang hebat (menganggur tidak menentu, putusnya aliran listrik, berehentinya layanan sosial, dll). Dan juga sulitnya mempertahankan hidup serta munculnya berbagai macam wabah penyakit. Tak ada bantuan sosial sedikitpun yang digelontorkan oleh pemerinah.  Justeru setiap penguasa zalim dan antek-anteknya akan disibukkan oleh urusan mereka sendiri. Jika dalam keadaan lapang hari ini mereka enggan sekali memperhatikan nasib rakyat, maka bagaimana jika peristiwa Ad-Dukhan itu di datangkan? Jika manusia pada hari ini yang notabenenya mereka masih dalam keadaan lapang, namun mereka senantiasa dan tidak henti-hentinya menzhalimi orang lain, membohongi rakyat, maka bagaimana jika peristiwa Ad-Dukhan itu di datangkan?
Pada hari itu, tuntutan untuk memenuhi kebutuhan perut menjadi tujuan yang membuat orang menjadi kalap dan ganas, dan akan membuat mereka tidak peduli dengan siapa mereka akan beburusan. Yang penting kebutuhan mereka harus terpenuhi. Lantas, bagaimana mereka yang ketika itu memiliki akses terhadap persenjataan kemiliteran dan sajam? Sementara jika menengok hari ini saja, mereka-mereka sudah berani bersikap arogan dan main begal sana-sini. Tak bisa dibayangkan, jika dalam kondisi seperti itu mereka adalah orang-orang yang sedari awal memang bodoh dan jahiliyah terhadap petunjukkan ilmu Syar’i.
Ketika dulu peristiwa kabut yang keluar dari gunung Kelud, banyak orang yang mengait-ngaitkan peristiwa itu dengan dunia klenik atau perdukunan. Berbagai macam versi keyakinan jahiliyah dan syirik yang menyebutkan jika si empunya Kelud sedang marah, atau kekurangan tumbal dan segala bentuk keyakinan syirik dan jahiliyah yang menyebar luas terkait peristiwa itu. Lantas, bagaimana keadaannya orang-orang yang minim pemahamannya terhadap Dien Islam, ketika datangnya peristiwa Ad-Dukhan? Bukannya mereka segera bertaubat, namun boleh jadi keyakinan-keyakinan yang berbau mistik dan syirik semakin menjamur. Dan keadaan manusia pada saat datangnya Ad-Dukhan adalah mereka dalam keadaan lalai dan minim pengetahuannya terhadap ilmu Syar’i yang bersih dari noda-noda syirik dan jahiliyah. Sementara itu Ruwaibidhah dan para penggemar klenik makin subur dalam memberikan tipuan-tipuan dan iming-iming. Bagi mereka pedoman hidup adalah yang masuk akal menurut mereka, yang magic dan praktis.

Litografi letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi, menyebabkan sejumlah gempa bumi yang dirasakan hingga ke Australia. Pada bulan Mei, pelepasan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 6 km dan suara letusan terdengar hingga ke Jakarta, yang berjarak 160 km dari Krakatau. Letusan kembali terjadi pada 16 Juni, yang menimbulkan letusan keras dan menutupi pulau dengan awan hitam tebal selama lima hari. Letusan demi letusan terus terjadi hingga puncaknya pada bulan Agustus, Gunung Krakatau memuntahkan laharnya dengan ketinggian 1,086 km/jam. Letusan tersebut begitu kuat sehingga memecahkan gendang telinga para pelaut yang sedang berlayar di Selat Sunda. Rekaman barografis menunjukkan bahwa gelombang kejut dari letusan terakhir bergema ke seluruh dunia sebanyak 7 kali. Ketinggian kabut asap diperkirakan mencapai 80 km. Kabut debu Gunung Krakatau mencapai Eropa bebebapa bulan kemudian.
Sangat mungkin nantinya mereka justeru akan menyebut-nyebut tuhan nenek moyang mereka dulu, baik itu empu-empu dalam dunia perdukunan atau empu-empu dalam pandangan fatamorgana mereka. Mungkin juga ada diantara mereka yang hingga lantang menyalahkan takdir Alloh Subhanahu wata’ala, disebabkan karena keadaan dunia yang tidak lagi bersahabat dengan mereka.
Tak ada pembatas dan penghalang bagi mereka untuk melakukan segala bentuk kejahatan dan kebejatan. Apa saja yang terbesit dalam hati dan pikiran mereka, mereka pasti akan melakukannya. Semuanya sudah kacau. Sampai-sampai selaras dengan apa yang pernah disebutkan dalam hadits Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, “Ketika seseorang, sudah tidak lagi merasa aman dengan sahabatnya.”
Masing-masing orang akan diterpa oleh keadaan yang tidak menentu. Masing-masing mereka sudah selayaknya serigala yang lapar. Masing-masing orang akan diliputi oleh rasa iri dan dengki untuk menguasai harta saudaranya, demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Apapun caranya, mereka akan mencoba memikirkannya siang-malam. Kalaupun harus dengan pembunuhan mereka akan melakukannya. Dan kita telah menyaksikan, hal itu sudah mulai terjadi hari ini.
Ketika siang hari suhu akan terasa panas, karena tertutupi oleh kabut yang tebal, sementara malam harinya akan menjadi gelap gulita dan sulitnya mendapatkan penerangan. Inilah dia, gerbong kereta yang dulunya adalah gerbong kereta bisnis dengan segala fasilitas yang menggiurkan semua orang. Sekarang, semua itu tidak lebih dari sekedar onggokan besi tua. Bahkan jika dirosokkan pun tak akan ada yang berminat dengannya. Jurang dalam dan gelap membuat orang yang ketika dulu mendustakan Ayat-ayat Alloh Subhanahu wata’ala merasakan bagiannya.
Pada saat itu juga, kaum egois dan opportunis bermunculan, saling sikut dan berebut pada tahta untuk melanggengkan kebutuhan hidup mereka. Hukum rimba pun berlaku di sana. Sesama mereka tumbuh subur firasat dan keinginan untuk saling membunuh dan saling menguasai.
Setiap nilai uang kertas jatuh tak berarti, sebab setiap negara thagut akan hancur tak berarti. Yang bernilai pada saat itu adalah butiran-butiran emas, perak dan intan yang memiliki nilai otentik yang benar-benar real. Tak ada lagi transportasi, darat laut dan udara, bahkan pesawat secanggih apapun tidak akan ada yang beroperasi.
Pada saat yang sama, ketika di belahan bumi yang lain telah terjadi chaos, hukum rimba, fitnah, kesyirikan dan harj, maka lain halnya dengan apa yang terjadi di Jazirah Arab dan bumi Syam, sebagai tempat di mana Imam Mahdi dan pengikutnya melebarkan sayapnya. Walaupun sama-sama diterpa oleh badai kabut yang tebal, kali ini keadaannya menjadi lain. Alloh Subhanahu wata’ala telah menyinari mereka dengan Ilmu Syar’i, sebagai petunjuk untuk mengarungi kehidupan dan mengokohkan pilar-pilar Daulah Islam yang telah dibangun oleh kaum muslimin sebelumnya. Ketika terjadi berbagai fitnah dan kehancuran di seluruh penjuru bumi, maka iman tertancap dan menetap di Syam. Kaum muslimin akan diliputi cahaya keimanan yang terang benderang di sana, sebagai tonggak kehidupan yang akan menuntun mereka kepada jalan yang lurus. Itulah diantara janji Alloh  Subhanahu wata’ala yang pernah disebutkan oleh Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam, “…Ketahuilah, sesungguhnya iman pada saat terjadi fitnah berada di Syam.”[5]
Petir yang muncul akibat debu vulkanik
Debu vulkanik yang dihasilkan oleh gunung
berapi dapat memicu munculnya badai petir yang
menggelegar dan sambut-menyambut. Peristiwa ini
terjadi dikarenakan debu vulkanik yang dilepaskan
ke udara akan melepaskan muatan ion-ion negatif
dan positif. Perbedaan muatan ion yang terintegrasi
dengan kecepatan gerak di udara, suhu dan lain-lain,
pada tahap selanjutnya menyebabkan terpisahnya
antara ion negatif dan positif. Sehingga akan terjadi
beda potensial yang mencetuskan aliran elektron yang
berbentuk petir menggelegar pada awan vulkanik.
Kaum muslimin akan membai’at Imam Mahdi diantara 2 rukun Ka’bah, yang secara praktis akan menjadikan Imam Mahdi sebagai Khalifah Rasyidah untuk memimpin Daulah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah dalam arti yang sebenar-benarnya. Imam Mahdi juga berlaku sebagai Al-Faruq (yang memisahkan). Yaitu yang membuat terpisahnya manusia dalam 2 golongan yang jelas. Kelompok orang-orang beriman akan berada di kubu Al-Haq. Sementara itu, kelompok orang-orang munafik, murtad dan kaum kuffar berada di dalam kubu kebatilan. Tidak akan ada lagi yang namanya zona abu-abu, yang akan memberi tempat bagi orang-orang yang menginginkan dirinya bersikap “netral” atau bersikap pertengahan (tidak terlalu ekstrim atau tidak terlalu lembek) menurut pengakuan mereka. Yang ada hanyalah 2 kemah; kemah keimanan yang tiada kemunafikan di dalamnya, dan kemah kekafiran yang tiada keimanan di dalamnya.
“…Sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya.”[6]
IMAM MAHDI DIBAI’AT SEBAGAI KHALIFAH
Dibai’atnya Imam Mahdi sebagai Amirul Mukminin, Khalifah bagi kaum muslimin di seluruh wilayah, hal ini nantinya akan menyebabkan marahnya raja yang ada di Syam, yang dijuluki dengan julukan Sufyani.[7]
Kabar dibai’atnya Imam Mahdi sebagai pemimpin kaum muslimin yang akan mengetuai berbagai wilayah yang akan ditaklukkan, akan menyulut raja Sufyani yang ketika itu bercokol di Syam. Keberadaan Imam Mahdi dianggapnya sebagai orang yang merebut kekuasaan Sufyani, yang karenanya raja Sufyani mengirim bala tentara untuk membunuh Imam Mahdi yang dianggap sebagai pemberontak. Akan tetapi, justeru pasukan Sufyani dapat dikalahkan oleh mujahidin yang menyertai Imam Mahdi. Kekalahan bala tentara raja Sufyani menjadi prestasi pertama sejak memimpinnya Imam Mahdi, yang kemenangan itu justeru membuat raja Sufyani semakin geram dan mengirimkan bala tentara yang lebih besar dan dengan persiapan yang lebih matang.  Maka bagaimana Imam Mahdi dan mujahidin yang menyertainya akan menghadapi gempuran itu?
Dari Abu Hurairah Radhiyallohu ‘anhu, dia bercerita bahwa Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang yang dipanggil Sufyani akan keluar dari dalam Damaskus. Kebanyakan dari pengikutnya adalah dari kabilah Kalb (anjing). Ia akan membunuh sehingga perut wanita dibelah dan anak-anak dibunuh. Sehingga kabilah Qais bersatu untuk melawannya, dan ia pun membantai mereka sampai kepada orang yang paling lemah dari mereka. Lantas seseorang dari Ahlul Baitku keluar menuju Harrah. Kabarnya didengar oleh Sufyani, sehingga ia memberangkatkan satu pasukan dari pasukannya. Pasukan ini dapat dikalahkan. Maka Sufyani sendiri berangkat bersama pasukannya. Tatkala mereka sampai di Baidha’ (sebuah wilayah antara Makkah dan Madinah, red) mereka pun ditelan bumi. Tidak ada seorangpun yang selamat kecuali orang yang mengabarkan kejadian itu.”[8]
Setelah peristiwa penenggelaman Sufyani, beserta bala tentaranya yang dalam jumlah sangat besar, hal ini membuat para pemuka Syam dan tokoh-tokoh kaum muslimin dari Iraq mendatangi Imam Mahdi dan membai’atnya. Seluruh orang kaum muslimin dan orang mukmin kini semakin yakin dengan adanya peristiwa penenggelaman raja Sufyani dan bala tentaranya di Baidha. Hal itu adalah pertanda bahwa Imam Mahdi adalah sosok pemimpin akhir zaman yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh kaum Muslimin.
Kemudian peristiwa itu terus berlanjut, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah s, dia bercerita bahwa Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “…kemudian datang seseorang dari Quraisy; paman-paman—dari pihak ibunya—adalah bani Kalb. Ia memberangkatkan satu pasukan untuk (membalas kekalahan Sufyani, red) menyerang mereka (Imam Mahdi dan Mujahid yang bersamanya, red), namun mereka (Imam Mahdi dan orang-orang bersamanya) dapat mengalahkan mereka, mereka itu adalah pasukan bani Kalb. Dan merugilah orang yang tidak menyaksikan ghanimah—atas kekalahan—bani Kalb. Lalu harta rampasan itu dibagi-bagi dan diberlakukanlah Sunnah Nabi mereka. Ia (Imam Mahdi) akan menyiarkan Islam ke seluruh penjutu bumi. Ia akan menetap selama 7 tahun, lalu meninggal, dan ia pun dishalati oleh kaum muslimin.”[9]
Dengan demikian, Imam Mahdi mulai menapaki pilar demi pilar Daulah Islam, sebagai pilar yang telah dibangun oleh kaum muslimin sebelumnya. Kemudian pilar-pilar itu dikokohkan oleh beliau dan disempurnakan oleh Imam Mahdi. Sehingga pada tahap selanjutnya ia menjadi bangunan yang kokoh, kuat dan berdiri tegak menjadi Daulah Khilafah Rasyidah ‘Ala Minhajin Nubuwwah dalam arti dan praktek yang sebenar-benarnya. Sebagaimana janji yang disabdakan oleh Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam.
Inilah era baru kepemimpinan Umat Islam. Dan serangkaian peristiwa-peristiwa besar pun akan terjadi secara susul menyusul dengan cepat dalam kurun 7-9 tahun, sesuai dengan perhitungan masa menetapnya Imam Mahdi. Hingga mereka akan memerangi Dajjal bersama Nabi Isa p pada akhir-akhir masa menetapnya Imam Mahdi.
Peristiwa demi peristiwa besar senantiasa mengiringi gerak langkah Imam Mahdi dan mujahid yang menyertainya. Dalam masa menetapnya Imam Mahdi, para pengikut setianya senantiasa menyertai dalam setiap pertempuran demi pertempuran. Untuk menaklukkan seluruh Jazirah Arab, Iraq, Syam, Pembebasan Baitul Maqdish (Masjid Al-Aqsha di Palestina), berlanjut kepada penaklukkan Perisa (Iran), dan menyusul pertempuran terbesar di Akhir Zaman; Al-Malhamah Kubra. Sebagai pertempuran paling kolosal antara Kaum Muslimin dan Kaum Salibis Romawi (Eropa dan Amerika).
Terkait dengan peristiwa Al-Malhamah Kubra, saat itu benteng pertahanan kaum muslimin berada di Ghoutah, Damaskus. Sementara kaum salibis Romawi berada di Dabiq, sebuah kawasan di Suriah, yang dekat dengan perbatasan Turki sebelah selatan.
Nanti, setelah Imam Mahdi dan Mujahid yang menyertainya telah meraih kemenangan dalam pertempuran sengit pada Al-Malhamah Kubra, tentara Alloh itu melanjutkan gerak kakinya untuk menaklukkan wilayah yang lainnya. Yaitu menaklukkan Konstantinopel, Roma (Italia) dan Andalusia (Eropa). Hingga semua orang tunduk kepada Dien Islam, dan tidak ada lagi fitnah dan dijadikannya Dien menjadi hak Alloh Subhanahu wata’ala.
Adalah setiap usia yang dilalui oleh Imam Mahdi dan masa menetapnya sebagai Khalifah, senantiasa dihabiskan untuk bertempur dan menundukkan setiap wilayah pada perintah Alloh Subhanahu wata’ala dan untuk ditegakkan padanya Syari’at Islam. Hingga pada tahun-tahun terakhir kehidupan beliau, yaitu sekitar tahun ke-7, Dajjal muncul bersama fitnah syirik dan syubhat yang disebarkannya di antara manusia. Dalam keadaan manusia berada dipuncak kebodohan, di saat itulah mereka dihempaskan dengan telak oleh fitnah Dajjal. Si gembong kekafiran itu dengan mudahnya menggaet pengikut, ketika keadaan dunia jauh dari nilai-nilai Syar’i dan teramat sedikit orang yang mengetahui tentangnya. Pada saat yang sama, seseorang kala itu akan lebih percaya dengan iming-iming magic yang senantiasa disuguhkan melalui sihir-sihir yang dimiliki Dajjal.
Disaat kebanyakan manusia terkapar oleh tipu daya Dajjal melalui sihir dan magic yang dimilikinya. Disaat kebanyakan orang akan lebih percaya dengan kepemimpinan Dajjal yang dinilai sakti, dapat mendatangkan hujan dan menghidupkan orang yang mati. Disaat itu pula peristiwa besar lainnya akan terjadi, yaitu diturunkannya Nabi Isa p di sebelah timur menara putih Damaskus. Yang akan menjadi bagian dari bala tentara Imam Mahdi untuk memerangi Dajjal dan seluruh pengikutnya dari golongan kuffar dan murtad.
Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Ketika Alloh mengutus Al-Masih bin Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damaskus. Dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan Waras dan Za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya. Dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti mati. Padahal, nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibununhnya Dajjal…” [HR. Muslim][10]
PACEKLIK YANG SENANTIASA MENGIRINGI MASA MENETAPNYA IMAM MAHDI
Selama terjadi pertempuran dan silih bergantinya peristiwa besar dalam masa pemerintahan Imam Mahdi, kondisi alam di dunia global pun berada pada titik krisis yang sangat genting.
Berbagai paceklik dahsyat menimpa umat manusia. Sebagai paceklik yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Yaitu hari di mana Alloh Subhanahu wata’ala memerintahkan langitnya untuk menahan air hujan, hingga tidak ada satu tetespun air yang jatuh ke permukaan bumi. Dan Alloh Subhanahu wata’ala juga memerintahkan bumi untuk menahan tanaman, sehingga tak satupun tanaman yang tumbuh di permukaan bumi. Sampai terjadi paceklik yang sangat genting dan sangat parah, di mana keadaan bumi menjadi kering kerontang dan kesulitan hidup menimpa setiap orang. Maka lengkaplah sudah siksaan itu didatangkan oleh Alloh Subhanahu wata’ala setelah mereka babak belur dihantam meteor, hidup di punggung bumi yang dipenuhi kabut, pertempuran dan pembunuhan, lantas kini hidup di dunia yang kering kerontang, tak ada air dan tanaman hijau. Keadaan manusia sangat payah, korban jiwa kelaparan berserakan di mana-mana. Setiap orang merasa kesulitan untuk mendapatkan makan dan mempertahankan hidup. Jangankan sesuap nasi, setetes airpun adalah sesuatu yang lebih mahal dari pada kiloan emas.
Sementara itu, kaum muslimin yang menyertai Imam Mahdi menjadikan dzikir mereka kepada Alloh Subhanahu wata’ala sebagai pengganti dari suapan nasi, dan untuk mengisi perut yang kosong. Dzikir mereka selalu mengiringi kehidupan mereka siang dan malam. Lantunan tilawah Al-Qur’an selalu membasahi bibir mereka. Dan dijadikannya Kitab mulia itu sebagai penerang setiap langkah mereka; untuk membedakan Al-Haq dan kebatilan. Adalah sesama mereka saling menasihati dalam kesabaran untuk meniti dan melawati setiap rintangan di atas jalan Al-Haq. Mereka senantiasa seperti itu, dalam kondisi sulitnya hidup di alam terbuka, dalam kemah keimanan atau dalam kecamuknya pertempuran di medan jihad fie sabilillah.
“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu 3 tahun yang sangat sulit. Di mana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Alloh memerintahkan kepada langit pada tahun pertama untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Alloh memerintahkan kepada langit pada tahun kedua untuk menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga Alloh memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya. Maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijaupun, dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang dikehendaki Alloh.” Para Shahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu?” Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahlil, Takbir dan Tahmid akan sama artinya dengan makanan bagi mereka saat itu.” [HR. Ibnu Majah][11]
Sementara orang-orang kafir yang hidup tanpa disertai ilmu sedikitpun tentang petunjuk Al-Qur’an, mereka tidak hidup melainkan mereka hidup dengan cara-cara binatang. Dikarenakan mereka adalah kaum yang bodoh, selalu berbuat kerusakan dan menolak setiap aturan Syari’at. Kini, mereka benar-benar layaknya binatang yang tidak peduli dengan aturan manapun, apalagi aturan Rabbul ‘alamin, yang sedari dulu mereka anggap sebagai pengekang hawa nafsu birahi mereka.
Sementara itu, Imam Mahdi dan kaum muslimin yang menyertainya senantiasa menghidupkan hari-hari mereka dengan dzikir kepada Alloh dan dengan melakukan penaklukkan negeri-negeri. Yaitu dzikir yang tidak keluar melainkan mereka memahami betul maksud yang terkandung di dalamnya. Karena ilmu Syar’i telah menjadi pegangan mereka dan mereka sudah terbiasa hidup dengan aturan Syari’atNya. Tidaklah setiap dzikir yang dilafazkan, melainkan mereka mengetahui maksud dan perkaranya. Sehingga dzikir ini akan berdampak bagi dirinya, dan bertambah keimanannya kepada Alloh Subhanahu wata’ala. Oleh karena itu ia tidaklah sama dengan dzikir-dzikir yang disebut-sebut untuk meraih jumlah-jumlah yang “ter” atau “paling” banyak. Sehingga dzikir yang semacam itu hanyalah membuat tenggorokan semakin kering dan membuat orangnya semakin kepayahan. Dikarenan ilmu yang diyakini, dengan jumlah yang berlipat, maka kesaktian akan meningkat. Padahal tidaklah demikian.
Kemarau di Afrika.
Pada bulan Juli tahun 2011 sempat santer diberitakan musibah kekeringan besar di wilayah Afrika. Dilaporkan dalam masa packlik di tahun itu menyebabkan puluhan ribu orang tewas, dan ratusan orang meninggal setiap harinya. Padahal ketika itu Alloh belum memerintahkan hujan untuk menahan seluruh airnya, dan belum memerintahkan kepada bumi untuk menahan seluruh tanamannya. Maka bagaimana keadaannya jika Alloh Subhanahu wata’ala telah memerintahkan langit untuk menahan airnya dan memerintahkan bumi untuk menahan seluruh tanamannya? Tidak akan bisa dibayangkan sulitnya bertahan hidup dan mengarungi pertempuran.
Hari demi hari, bulan demi bulan, ramadhan demi ramadhan mereka lalui. Dengan prinsip yang jelas dan agung; Kitab Al-Qur’an sebagai petunjuk, dan besi (pedang) sebagai pembelanya. Paceklik terus terjadi hingga Alloh Subhanahu wata’ala berkehendak untuk menurunkan Isa p untuk menghapuskan Syari’at Jizyah dan menjadi bagian diantara bala tentara Imam Mahdi. Mereka bersama-sama dalam satu barisan dan dalam kemah keimanan. Untuk memerangi setiap kuffar dan yahudi yang ada di muka bumi dan yang besembunyi di balik batu, hingga setiap mereka diperangi atau mereka masuk kepada Dien Islam saja.
Nabi Isa p akan mematahkan setiap salib yang ada di muka bumi sebagai pertanda sesatnya agama kaum salibis. Kemudian beliau juga akan membunuh seluruh babi yang ada di muka bumi. Nabi Isa p juga menjadi perantara dibunuhnya Dajjal. Peristiwa berlalu sangat cepat dan diantara perjalanan Imam Mahdi terdapat banyak sekali bala tentaranya dari orang-orang yang Mukmin yang jujur dalam keimanannya kepada Alloh  Subhanahu wata’ala, yang mereka terbunuh sebagai sebaik-baik Syuhadaa’.
Peristiwa terus bergulir, hingga Alloh Subhanahu wata’ala berkenan untuk menurunkan hujan yang sangat deras, yang menjadi sumber penghidupan diatas hamparan bumi yang sudah kering kerontang. Yang dengannya pula akan menghidupkan bumi setelah kematiannya. Wallohu a’lam
Demikianlah, dengannya sekarang menjadi jelas, bahwa rentetan peristiwa sesaat sebelum datangnya Imam Mahdi, masa menetapnya, hingga wafatnya beliau, sama sekali tidak menunjukkan bahwa kehidupan di masa itu penuh dengan kenikmatan, kemewahan dan kedamaian menurut takaran duniawi dan lahiriyyah semata. Namun, justeru banyak terjadi petaka bagi orang-orang munafik dan kafir, selain juga sebagai ujian bagi orang-orang Mukmin. Bersama putaran roda waktu yang diiringi dengan paceklik, keguncangan dan musibah, Imam Mahdi dan bala tentaranya melakukan penaklukkan ke banyak negeri. Yang melalui peristiwa pepeperangan dan penaklukkan itu, Alloh Subhanahu wata’ala hendak mengambil diantara hambanya yang beriman sebagai sebaik-sebaik Syuhadaa’ di sisiNya. Dan dengan peristiwa itu pula, Alloh  Subhanahu wata’ala hendak menguji diantara hambaNya, siapakah diantara mereka yang jujur dalam keimanannya kepada Alloh  Subhanahu wata’ala dan ikhlas berjihad di jalanNya.
Allohl bermaksud untuk membongkar kedok orang-orang yang selama ini mengklaim sebagai Muslim, atau mengkalim sebagai orang yang beriman kepada Alloh. Namun mereka sebenarnya adalah orang-orang yang berdusta dalam pengakuannya dan mereka membenci Syari’atNya, bahkan lebih cenderung kepada kebebasan cara kebinatangan.
Kita memohon kepada Alloh Subhanahu wata’ala, agar dia berkenan menjadikan kita diatara bala tentara yang mengokohkan pilar Daulahnya Imam Mahdi. Atau jika tiba masanya, Dia memperkenankan kita untuk menjadi bagian dari bala tentaranya yang akan membai’atnya nanti, dan yang menyertainya dalam setiap peperangan di akhir zaman. Semoga Alloh Subhanahu wata’ala  memperkenankan kita menjadi sebaik-baik Syuhadaa’ yang bertempur gigih dalam medan laga, untuk meninggikan KalimatNya dan tidak menoleh kebelakang untuk murtad seraya lari dari medan pertempuran. Oleh karenanya, setelah mengetahui bagaimana gambaran hidup ketika Imam Mahdi itu diutus, dan bagaimana fitnah dan petaka menimpa manusia di belahan bumi yang jauh dari garis edarnya Imam Mahdi, karenanya Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita sebagaimana dalam sabdanya berikut:
“…Kemudian muncullah bendera-bendera hitam (Bendera bertuliskan Kalimat Tauhid—Al ‘Uqab, red) dari arah timur, lantas mereka membunuh kalian dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelum kalian… Maka, jika kamu melihatnya, berbai’atlah kepadanya walaupun harus dengan merangkak diatas salju.”[12]
mujahid cilik
[1]     HR. Abu Dawud, Kitab Al Malahim, no. 4275; HR. Ibnu Majah, Kitab Al-Fitan, no. 4093
[2]     ‘Uqad Ad-Durar, 106
[3]     Nu’aim: Al-Fitan, 160, muhaqiq kitab ini menyebutkan bahwa jalur periwayatannya hasan
[4]     Mengutip dari buku, “Nubuwwat Perang Akhir Zaman” Abu Fatiah Al-Adnani (2014). Solo: Granada.
[5]     [HR. Ahmad, no. 18249, 38/298]
[6]     Silsilah Ahadits Shahihah no. 974.
[7]     Julukan Sufyani itu adalah seperti julukan bagi raja-raja layaknya; Kaisar untuk julukan raja Romawi, Kisra untuk julukan raja Persia, Najasyi untuk julukan raja di Ethiohia, Fir’aun untuk julukan raja di Mesir.
[8]     HR. Hakin no. 8732, berliau berkata, “Isnadnya Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim.”
[9]     Lihat HR Abu Dawud no. 3737, Al-Hakim no 8446 dan Ibnu Hibban no. 6881 dan yang lainnya. Hadits ini dinyatakan Shahih oleh  Al-Haitsami, Asy-Syaukani dan Ahmad Syakir. Riwayat atau pendapat yang menyatakan lamanya menetap Imam Mahdi berbeda-beda antara 7 sampai 9 tahun. Wallohu a’lam.
[10]    Kitab “Al-Fitan wa Asy-Syarath As-Sa’ah”, bab “Dzikr Ad-Dajjal” 18/67-68.
[11]    dan yang lainnya. Lihat pula Silsilah Ash-Shahihah no. 2457
[12]    HR. Ibnu Majah no. 4074; HR. Hakim no. 8564

Dukhan Pertanda Akhir Zaman

Dukhan

 Apa Itu Dukhan Dan Kenapa Ditakuti Dajjal?

Ad-dukhan adalah salah satu tanda kiamat besar berupa asap yang menyelimuti seluruh bumi. Peristiwa terjadinya ad-dukhan itu dijelaskan dalam al-Quran surat ad dukhan, Dalam surat ad dukhan Allah menjelaskan tentang keingkaran bani israel padahal mereka telah diselamatkan dari perbudakan fira'un dan Allah membinasakan Fira'un dan kaumnya ditenggelamkan didalam laut, sebagaimana firman Allah surah ad dukahn ayat 17,

وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ
Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir´aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia,

kemudian diakhir zaman Allah akan membinaskan kaum yahudi dengan sebuah hantaman yang sangat keras sebagaimana firman Allah surah ad Dukhan ayat 16,
يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنتَقِمُونَ

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan”.

Hantaman yang sangat keras tersebut kemudian mengeluarkan asap yang menyelimuti seluruh bumi, sebagaimana Allah berfirman ayat yang lain surah Ad Dukhan ayat 10-11,

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ. يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.”

Peristiwa keluarnya asap yang menyelimuti seluruh bumi itu terjadi di saat kaum muslimin memerangi kaum yahudi di akhir zaman yang dipimpin oleh nabi Isa as, yang disebut dalam hadist dengan perang Dajjal, karena pada masa itu pemimpin tertinggi kaum yahudi telah muncul sebagai presiden negara Israel. sebagaimana hadist,

 “Ketika Allah mengutus Al-Masih bin Maryam, maka dia turun di dekat menara putih di wilayah sebelah timur Damaskus dengan mengenakan dua kain yang dicelup za'faran (warna kuning), dia meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap-sayap dua malaikat. Ketika dia  menundukkan kepalanya, maka kepalanya menetaskan air. Ketika dia mengangkat kepalanya tercucurlah air bagaikan mutiara yang jernih. Tidak halal bagi seorang kafirpun yang mencium aromanya kecuali si kafir itu pasti mati. Dan aroma nafasnya  dapat tercium sejauh pandangan matanya. ‘Isa bin Maryam mengejar Ad-Dajjal hingga ia berhasil menangkapnya  di pintu Ludd, lalu Isa as, membunuhnya. Selanjutnya Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dilindungi Allah dari Ad-Dajjal. Kemudian  Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan kepada mereka tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim)

Setelah Nabi Isa as,  berhasil membunuh Dajjal dan menaklukan negara Israel kemudian Datanglah bala tentara yang sangat besar dari koalisi NATO yang disebut dalam hadist sebagai Ya'juj dan Ma'juj memerangi nabi Isa as di Palestin, sehingga nabi Isa dan kaum muslimin terkepung di bukit Thur, sebagaimana hadist,

“Ketika itu Allah subhanahuwata’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah subhanahuwata’ala mengutus Ya’juj wa Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya.” Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa ‘alaihissallam dan para sahabatnya. Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala pun mengirim sejenis ulat yang muncul di leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabiyullah Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa ‘alaihissallam pun berharap (berdoa) kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang Allah subhanahuwata’ala kehendaki. Kemudian Allah kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: ‘Tumbuhkanlah buah buahanmu dan kembalilah berkahmu” (HR. Muslim).

Setelah itu Allah mengirimkan bantuannya dengan menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj dengan mengirim sejenis ulat dileher mereka. ungkapan ini merupakan kata kiasan, didalam manuskrip nubuat akhir zaman diperjelas kembali peristiwa dalam perang Dajjal  dan Ya'juj dan ma'juj, hadist yang  diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam manuskrip yang ditulis ulang oleh peneliti berjudul : “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb“.
Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan pelacur. Namanya Amirika. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh al-Quds dan al-Madinah al-Muqaddasah (Kota yang disucikan).

Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al-mahdi melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya.

Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu al-Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al-Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi al-Khazar dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang Dajjal, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”.

Itu adalah sebagian cuplikan dari isi buku tentang nubuwah tersebut. Manuskrip langka tersebut berasal dari abad ke 2 H  ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam (wilayah Lebanon, Palestina). Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan Turki di Istanbul.

Didalam nubuat al-kitab juga dijelaskan tentang peristiwa perang Dajjal dan Ya'juj dan Ma'juj yang dipimpin oleh nabi Isa dalam menaklukkan negara Israel.  Setelah nabi Isa as menaklukkan negara Israel dan membunuh Dajjal kemudian pasukan Gog magog datang memerangi Nabi Isa as,

Wahyu 17:12 Sepuluh raja ini adalah sepuluh bangsa yang akan memiliki kuasa politik yang besar dan mendukung penguasa dunia yang akan datang (ayat Wahyu 17:13). Mereka membentuk suatu perserikatan bangsa-bangsa dunia yang akan melawan Kristus (Nabi Isa as) dan iman al-kitabiah (al-Mahdi) yang sejati (bd. Dan 7:23-25).

Pada saat itu Allah menghantam pasukan gog magog dengan hantaman keras berupa Api yang turun dari langit sehingga menghanguskan mereka, sebagaimana nubuat al-kitab,

“Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu (al-Masih Dajjal) itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya”. (Wahyu 20:7-10)

Didalam nubuat al-kitab dijelaskan jumlah pasukan Nato yang dikirim ke Palestin sebanyak 200 juta pasukan hingga tanah Palestin dipenuhi dengan tentara gog magog,

Dan Kristus (Nabi Isa) bersama Pasukan orang-orang kudus datang menolong umatnya yang terperangkap diantara 200,000,000 Pasukan dipimpin raja dari timur dan tentara dari Antikris (Dajjal) di lembah Megiddo di sebelah utara Israel (Wahyu 16:12,16;9:19).

Hantaman yang keras disebut dalam nubuat al-kitab sebagai jatuhnya meteor ke bumi yang bertujuan untuk mengancurkan pasukan NATO di saat merekan memerangi nabi Isa as dan kaum muslimin.

."Matahari akan gelap, bintang2 (meteor) akan jatuh dari langit. dan penguasa langit (Amerika cs) akan kacau balau” (matius, 24:29)

Berdasarkan analisa di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ad- dukhan terjadi setelah Allah menngutus Ya'juj dan Ma'juj dan membinasakan mereka dengan dijatuhkan meteor sehingga menimbulkan ad dukhan. Dalam peristiwa tersebut juga terjadi tanda kiamat selanjutnya yaitu kusuf dibarat dan ditimur serta dijazirah Arab. kusuf artinya pembenaman sebagian bumi di timur wilayah Asia tenggara, dan di barat wilayah Eropa dan Amerika.

Rabu, 01 Februari 2017

Imam Al Mahdi

 
 Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Muhammad al-Mahdī, Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.
Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna "Pemimpin yang telah diberi petunjuk". Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti "pemimpin", sedangkan Mahdi berarti "orang yang mendapat petunjuk".
Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadist di bawah, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah.

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku (Muhammad bin Abdullah) . Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Dalam sebuah hadits Rasullullah mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.
Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Zalim) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia.
Dalam hadits lain diterangkan dalam sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh Thabrani. Telah bersabda Rasulullah SAW:

“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani) ”
Hadist lain yang menerangkan tentang kedatangan Imam Mahdi adalah sebagai berikut, Telah bersabda Rasulullah SAW:

"Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Tidak ada seorang pun dimuka bumi ini yang mengetahui tentang Imam Mahdi dan ciri-cirinya , kecuali Rasulullah, karena Rasululah dibimbing oleh wahyu. Oleh karena itu bagi kita sebaik-baiknya tempat untuk merujuk tentang perkara ini adalah apa yang baginda Rasulullah katakan dalam hadist-hadistnya sebagai berikut:

Telah bersabda Rasulullah SAW:

“ Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi ini) sebelum itu dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan ia (umur kekhalifahan) berumur tujuh tahun. (HR. Abu Dawud dan al-Hakim)

“ Al-Mahdi berasal dari umatku, dari keturunan anak cucuku. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim) ”
Lelaki keturunan Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..!

Imam Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Rasullulah SAW dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi

Para ulama membagi tanda-tanda Akhir Zaman (kiamat) menjadi dua. Ada tanda-tanda Kecil dan ada tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh.

Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.

Kemunculan Imam Mahdi akan di dahului oleh beberapa tanda-tanda sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadist berikut:

Telah bersabda Rasullah SAW:

“ Sungguh, Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka. (HR. Muslim, Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah)

Aisyah Ummul Mukminin RA telah berkata:

“ Pada suatu hari tubuh Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, 'Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?' Rasulullah SAW menjawab, 'Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju baitullah (Ka'bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka'bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.' Kemudian kami bertanya, 'Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?' Beliau menjawab, 'Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing. (HR. Bukhary, Muslim)

Telah bersabda Rasulullah SAW:

“ Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Ka'bah), maka diutuslah suatu utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu gurun pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi. (HR. Muslim)

Telah bersabda Rasulullah SAW:

“ Suatu kaum yang mempunyai jumlah dan kekuatan yang tidak berarti akan kembali ke Baitullah. Lalu diutuslah (oleh penguasa) sekelompok tentara untuk mengejar mereka, sehingga apabila mereka telah sampai pada suatu padang pasir, maka mereka ditelan bumi. (HR. Muslim)

Telah bersabda Rasulullah SAW:

“ Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam (Palestina) ke Baitullah (Ka'bah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka. (HR. Ahmad)

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Rasulullah sudah muncul semua di zaman kita.
Kedatangan Imam Mahdi

Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah kematian seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah.
Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Wallahua’lam. Dugaan bermunculan, Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Yaseer Arafat (Palestina) atau Saddam Husein (Irak). Karena semenjak kematiannya, negeri Palestina - Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan.
Kemunculan Imam Mahdi bukan karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri melainkan karena takdir Allah yang pasti berlaku. Bahkan Imam Mahdi sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah Imam Mahdi melainkan setelah Allah SWT mengislahkannya dalam suatu malam, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist berikut:
“Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Telah bersabda Rasulullah SAW:

“Akan dibaiat seorang laki-laki antara makam Ibrahim dengan sudut Ka'bah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Dalam hadist yang disebutkan bahwa Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya.
Kemenangan demi kemenangan senantiasa diraih Imam Mahdi dan pasukannya akan membuat murka raja kezaliman (Dajjal) sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.

Kekuasaan dan kehebatan Dajjal bukanlah lawan tanding Imam Mahdi oleh karena itu sesuai dengan takdir Allah, maka Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajjal. Imam Mahdi dan Nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di "Pintu Lud".

Telah bersabda Rasulullah Salallahu 'alaihi wasallama :

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum (Romawi), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)

Dan apabila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan Imam Mahdi di depan Ka’bah. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir. Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Rasullullah SAW sebagai berikut:

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

***
Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid/hudep mulia matee syahid). Amin...
(*/Atjehcyber)